Minggu, 04 Desember 2011

Forsa KINETIK

" Diskusi dan Pemutaran Publik "

Sabtu, 03 Desember 2011

CERITA PAGI INI, DI KAMPUNGKU


Aku terbangun seketika kedua keponakanku masuk ke kamar dan membangunkanku secara paksa, maklum jam menunjukkan sudah pukul 08.00 waktu setempat. Karena semalam saya sudah berjanji kepada mereka untuk menemani momen pemotongan hewan kurban bersama keluarga dirumah, sekitar pukul 10.00 dari kamar saya terdengar suara kebisingan dari dalam garasi sebelah rumah saya. Ternyata hewan kurban sudah terpotong lehernya, lagi – lagi saya ketinggalan momen – momen ini seperti tahun – tahun sebelumnya. Tapi masih mending sekarang, tahun lalu ketika saya bangun tidur seluruh bagian tubuh hewan kurban sudah tekelupas semua.
 suasana paska pemotongan
Tidak mau ketinggalan langsung seketika saya mengambil kamera dan segera mendokumentasikannya, cuaca kemaren pagi sedikit mendung ditambah lagi gerimis yang mengurangi teriknya panas pagi itu. Ketika saya bersama keponakan saya sedang asik menyaksikan leher hewan kurban tersebut yang terpotong, saya langsung bingung kira – kira siapa tukang potong hewan tersebut pada waktu itu. Karena ketika waktu itu hanya ada sebagian keluarga saya yang dibantu beberapa tetangga untuk mengamankan jalannya pemotongan seekor Sapi tersebut.


Lalu tidak lama kemudian ada seorang laki – laki dengan seperangkat pisau beserta alat pemotong laianya yang terpasang di pinggulnya tiba – tiba datang dan lansung mengambil tali untuk di lilitkan ke bagian tubuh Sapi tersebut. Langsung seketika pertanyaan dasar saya pada waktu itu langsung terjawab, dalam hati saya berkata “oh ini ternyata paknya”. Disela – sela pemotongan, saya sempat bertanya sedikit kepada tukang jagal/tukang potong tersebut.        
Teko endi pak kok ketokane ksusu - susu iku? ( Darimana pak kok kliatannya keburu – buru gitu? )
Ikilo mas, akeh wong sing njaluk didisikno mbelehe. Kan repot wong sakdurunge gak onok janji ( ini loh mas, banyak orang yang minta di dahulukan motongnya. Kan repot soalnya belum ada janji sebelumnya )
Oalah, emang wis mbeleh piro pak? ( emang sudah memotong berapa pak? )
Iki mau sampe saiki aku wis mbeleh 10 ekor, lumayan kesusu – susu. Soale mariki kate budal nang mesjid aku wis dienteni wong – wong ( ini tadi sampai sekarang saya sudah motong 10 ekor, lumayan keburu – buru, soalnya mau berangkat ke masjid sudah di tunggu orang – orang )
 Pak sholeh ( tukang jagal )sedang menarik ekor Sapi yang akan dililitkan kesamping

 salah satu bagian tubuh Sapi yang sudah terpotong
Proses pemotongan tidak berlangsung cukup lama menurut saya, sekitar 30 menit seluruh bagian dari hewan kurban tersebut sudah terpotong menjadi beberapa  bagian. 
 Om To sedang menguliti kepala Sapi


 Kerabat keluargaku yang dibantu sebagian tetangga dalam proses pemilahan daging kurban
Setelah bagian – bagian itu terpotong, baru kemudian tetangga – tetangga saya yang mengolah hasil dari potongan daging Sapi tersebut. Nantinya daging hasil pemotongan tersebut akan dibagikan ke tetangga – tetangga sekitar rumah dan malamnya akan di olah menjadi hidangan makanan yang kebetulan tadi malam ada acara tasyakuran untuk eyang kakung saya .
 suasana tasyakuran pada malam harinya
Selamat hari Raya Idul Adha 1425 H…

Senin, 08 Agustus 2011

BUKA BARENG : FOTO BARENG


suasana buka bersama 
Usai sudah perjumpaan kita selama kurang lebih dua bulan yang lalu, kita sama – sama belajar, kita sama – sama membangun kekeluargaan baru yang kecil walaupun cuman sebentar. Tepat hari jumat kemaren ( 5/8 ) kita melakukan kegiatan buka puasa bersama, acara ini merupakan bagian dari rangkaian kita selama magang disitu. Iya betul, di Metro TV Jatim lebih tepatnya. Setidaknya selama satu bulan lebih kita berada disitu, ditempat itulah kita bertemu, berteman, dan berkeluarga. Banyak pengalaman yang kita dapatkan selama berada disitu, smuanya terjawab karena kita sama – sama mempunyai keinginan yang sama pula yaitu “ belajar “ .

e.k.s.e.k.u.s.i

Senin, 06 Juni 2011

PENGEN TIDUR SEMENTARA

Maaf........................................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................................

........................................................................................................................................................................

........................................................................................................................................................................



........................................................................................................................................................................


........................................................................................................................................................................

........................................................................................................................................................................
.......................................sst..

Senin, 16 Mei 2011

BERTARUNG MELAWAN ANGIN


Sungguh menyenangkan bertarung melawan angin, seperti yang telah terjadi pada sebuah rangkaian bambu tipis terbalut kertas hingga bisa menjulang tinggi ke angkasa. Permainan ini sungguh menyenangkan, selain bisa kita sendiri yang mengatur kemudinya, kita bisa membiarkan nya sesuai arah angin berhembus.

Mari bermain layang – layang, permainan ini kini telah saya jumpai lagi. Tidak hanya anak – anak yang gemar bermain layang – layang, dari remaja hingga kalangan dewasa bahkan tua terkadang sampai saat ini sering saya jumpai sedang asik bermain permainan ini. Sepertinya permainan ini banyak di gemari berbagai kalangan, sangat terlihat menarik ketika hari menjelang senja. Banyak orang menghabiskan waktu luang tersebut untuk berkumpul bersama diruang terbuka sambil memanfaatkan angin untuk bermain permainan ini.

PEMUTARAN VIDEO AKUMASSA – SURABAYA DI KAMPUNG PLAMPITAN


Video kami kembali diputar, antusiasme warga pun cukup menarik. Iya memang betul demikian adanya, sabtu malam kemarin tepatnya tanggal 7 mei 2011 Video Akumassa - Surabaya kembali di putar dan di presentasikan di depan publik. Waktu itu di kampung Plampitan, lebih tepatnya disebrang Gedung pusat budaya Jawa Timur “ Cak Durasyim “. Sebelumnya saya tidak sebegitu tahu betul kenapa video ini kembali diputar di acara ini, karena kebetulan kita memutarnya dalam bagian pameran desain tentang kampung.

.