![]() |
| Poster pameran |
| Suasana pembukaan |
![]() |
| Poster pameran |
| Suasana pembukaan |
Semakin berganti semakin berlalu.
Tidak terasa sudah berada di penghujung akhir tahun
Tinggal menghitung jejak – jejak secara bergiliran kian tak terhitung
Sejumlah perilaku apik nan teratur menjadi sebuah kenangan yang akan menjadi bukti nyata kita dimata sang kuasa dan orang – orang sekitar kita.
12 bulan…
Dan tinggal beberapa hari lagi, menjadi proses yang cukup panjang dan rumit ketika semua itu menjadi bagian terpenting dalam hidup kita.
Tapi seakan – akan semuanya hilang tanpa sebab jika kita dengan sadar enggan melakukan dan menghasilkan apa –apa
Evaluasi sedikit demi sedikit telah membuat otak kiri kita sedikit berjibaku dengan kemunafikan yang bernama ambisi
Ambisi itu telah membuat sedikit demi sedikit otak ini bekerja dengan sendirinya
Karena berbicara segala hal tentang kemunafikan adalah prooyek intim yang memprakarsai kita untuk melakukan segala hal untuk perubahan dimasa yang akan mendatang
Saya sadar, bahwa masih banyak hal yang perlu saya lakukan agar lebih baik lagi
Kesadaran, emosi, intonasi, semua berkumpul menjadi satu demi cita – cita diamasa mendatang
Semoga ambisi itu tidak akan pernah hilang ketika semua orang ber orasi tentang keinginan perubahan terhadap dirinya masing – masing
Semoga mereka masih berada dalam taraf yang bisa diatur agar tidak merugikan satu sama lain
Semoga hal – hal itu semakin minim terekam oleh indera kita
Hingga kebahagiaan batin akan lahir sendirinya didalam naluri enkau manusia penghuni alam semesta ini
Selamat datang 2011…
Kita semua punya harapan besar ketika mendengarnya
Karena harapan itulah, secara tiba – tiba engkau telah mempertemukanku dengan sang pencipta
Seakan – akan engkau hadir tuk menggantikan kedudukan tuhan dengan sendirinya secara sementara
Secara bergiliran, berangsur, dan pasti akan datang
Kita akan menyambutmu
Secara seksama, dengan cara dan keinginan yang bahagia pula…
Pada 4 Februari 2006, Gubernur DKI Jakarta meluncurkan pemberlakuan Perda No2/2005 tentang Pengendalian Polusi Udara Perkotaan dan Pergub No 75/2005 tentang Kawasan Dilarang Merokok.
Namun, 3 tahun berjalan, perda tersebut tidak ada efeknya. Memang dulu sempat ada razia diterminal-terminal, kantor, dan angkutan umum. Tapi hanya hangat-hangat tai ayam.
Di tempat-tempat umum masih sering dijumpai orang merokok. Di kantor, di angkutan umum. di sekolahan, di ruang rapat DPR, dll.
Baca pasal ini:
Pasal 13
(1) Tempat umum, sarana kesehatan, tempat kerja dan tempat yang secara spesifik sebagai tempat proses belajar mengajar, arena kegiatan anak, tempat ibadah dan angkutan umum dinyatakan sebagai kawasan dilarang merokok.
(2) Pimpinan atau penanggungjawab tempat umum dan tempat kerja harus menyediakan tempat khusus untuk merokok serta menyediakan alat penghisap udara sehingga tidak mengganggu kesehatan bagi yang tidak merokok.
(3) Dalam angkutan umum dapat disediakan tempat khusus untuk merokok dengan ketentuan:
a. lokasi tempat khusus untuk merokok terpisah secara fisik/tidak bercampur dengan kawasan tanpa rokok pada angkutan umum yang sama;
b. dalam tempat khusus untuk merokok harus dilengkapi alat penghisap udara atau memiliki sistem sirkulasi udara yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
Apa pendapat anda, apakah memang warga Jakarta tak taat peraturan, ataukah peraturan yang tak perlu, atau aparat yang tidak tegas, atau apa?
Kemaren Malam sndiri,bingung tak tau mau kemana.Dan timbul ide,aku langsung menuju kontrakan anak anak KINETIK tujuannya sih buat kumpul sama teman teman. ehh posisi sudah sampai kontrakan,ditinggal tidur am anak anak. Gak ada yang bisa menutupi kebuntuanku. Disitu aku mulai berpikir,”enaknya ngapain ya”. Akhirnya timbul ide.Aku akan bakar ikan,tujuanku satu biar anak anak pada bangun semua nyium bau bakaran ikan. Soalnya dalam hal makanan anak anak pada peka indera penciumannya.
Ya usahaku berhasil. Semua pada bangun pada makan. Tinggal aku Cuma disisain tulangnya ikan aja.”hmm yaa mau gimana lagi”ujarku. Tapi akupuas uda bisa buat anak anak bangun semua. Jadi gak masalah,dan akhirnya terobati masa kebuntuanku. Aku tetap gak bisa tidur sulit buat memejamkan mata. Sampai pagi datang aku tetap bangun dengan mata sembab berwarna merah.
Seharian belum tidur mending gak usak dibuat tidur aja.Soalnya siangnya ujian. Takutnya kalau dibuat tidur malah gak bisa bangun.Biarin,yang penting bisa ikut ujian. Ujianpun buntu soalnya malamnya gak belajar. Tapi tetap semangat.
2000 MADRASAH GELAR DOA BERSAMA .
Jakarta - Sekitar 2.000 pelajar madrasah diniyah dan pondok pesantren mendoakan Indonesia agar terbebas dari bencana. Mereka menuliskan doa mereka dalam sebuah spanduk sepanjang 10 meter.
Hal ini merupakan salah satu rangkaian acara silaturahim akbar pondok pesantren dan madrasah diniyah se-Jakarta Selatan yang digelar di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (27/10/2010). Acara ini bertema Doa Untuk Negeri.
"Ya Allah semoga negeri ini menjadi negeri yang dilindungi olehmu," tulis Maya, seorang pelajar Madrasah Diniyah Darul Mustofa.
Sementara itu Reza, seorang pelajar Madrasah Diniyah Faturachman, menulis agar tidak ada lagi bencana yang menimpa Indonesia. Mereka mengaku prihatin atas jatuhnya korban secara terus menerus akibat berbagai bencana alam.
"Ya Allah semoga negeri ini bebas dari bencana," tulis Reza.
Fricilia Anggi Sari juga menuliskan doanya. Gadis berjilbab ini berharap agar negeri ini aman dan tentram.
"Semoga negeri ini aman tentram dan damai tidak ada bencana lagi. Semoga negeri ini dipenuhi muda-mudi yang berakhlak mulia," tulis dia.
Selain acara doa bersama ini, digelar juga acara dzikir bersama Ustad Arifin Ilham serta berbagai games.